Bandarlampung
(Lentera SL) - Puluhan Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) melakukan
demo di depan Gedung Serba Guna (GSG) Lampung, Sabtu (18/01). Kali ini
mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan UKM Koin
Universitas Lampung, menolak kehadiran Ruhut Sitompul atau sering
dipanggil Poltak ini. Ia hadir menjadi tamu undangan dalam acara,
sosialisasi empat pilar kebangasaan yang digelar, Jendral TNI purn.
Pramono Edhie Wibowo, kepada mahasiswa Universitas Lampung. Menurut,
Julian, Mentri Kesejahteraan Masyarakat Universitas Lampung selah satu
pendemo menjelaskan, kedatangan Ruhut Sitompul bersama kadernya menodai
dan mengganggu karena membawa nuansa politik serta mengajarkan
pembekalan politik yang tidak sehat. "Mereka melarang kami untuk
mengikuti partai politik dan juga melarang mendatangkan tokoh-tokoh
politik. Tetapi, beliau sendiri nyatanya mendatangkan tokoh politik dan
kader-kadernyan" Tegas, Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi ini. Diterangkan
dengan dia, kedatangkan Ruhut beserta kader-kader dari Partai Demokrat
sebenarnya tidak meresahkan dan mengganggunya, hanya saja dalam acara
yang dimulai pukul 09.00 Wib ini, bernuansa dan berbau politik yang
menyebabkan mahasiswa naik pitam. "Jika hanya empat pilar saja kami
terima itu, tetapi di sini adanya pembekalan politik yang diberikan
meraka. Tidak ada satu namapun partai dan mencantumkan bendera-bendera
partai dikampus kami, kampus kami bukan untuk dijual dengan partai
apapun," Lanjut dia. Ditemui terpisah, menaggapi demo yang dilakukan
mahasiswannya. Menurutnya, bahwa pihaknya tidak berpolitik dan
memberikan kesempatan yang sama kepada kader-kader partai yang lainnya,
yang juga berorasi dan memberika kuliah umum kepada mahasiswanya. "Kami
tidak berpolitik, kami tidak mendukung siapapun dan kampus bersifat
netral. Waktu lalu kami kehadiran tokoh politik, ada Irman Gisman,
Wiranto, dan lainnya kok mereka tidak demo, dan mereka tidak ada satupun
membawa bendera partai, disini mereka kurang memahaminya," Ujar ia.
Dengan aksi demo yang dilalukan ini, diharapkan agar tidak ada lagi
partai yang masuk didalam kampusnya. "Langkah kedepan, kami bersama-sama
akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan kami ke rektor, agar kedepannya
tidak ada lagi acara semacam ini yang masuk di kampus kami," Harapnya.
(Septomo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar