Minggu, 19 Januari 2014


Bandarlampung (Lentera SL) - Puluhan Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) melakukan demo di depan Gedung Serba Guna (GSG) Lampung, Sabtu (18/01). Kali ini mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan UKM Koin Universitas Lampung, menolak kehadiran Ruhut Sitompul atau sering dipanggil Poltak ini. Ia hadir menjadi tamu undangan dalam acara, sosialisasi empat pilar kebangasaan yang digelar, Jendral TNI purn. Pramono Edhie Wibowo, kepada mahasiswa Universitas Lampung. Menurut, Julian, Mentri Kesejahteraan Masyarakat Universitas Lampung selah satu pendemo menjelaskan, kedatangan Ruhut Sitompul bersama kadernya menodai dan mengganggu karena membawa nuansa politik serta mengajarkan pembekalan politik yang tidak sehat. "Mereka melarang kami untuk mengikuti partai politik dan juga melarang mendatangkan tokoh-tokoh politik. Tetapi, beliau sendiri nyatanya mendatangkan tokoh politik dan kader-kadernyan" Tegas, Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi ini. Diterangkan dengan dia, kedatangkan Ruhut beserta kader-kader dari Partai Demokrat sebenarnya tidak meresahkan dan mengganggunya, hanya saja dalam acara yang dimulai pukul 09.00 Wib ini, bernuansa dan berbau politik yang menyebabkan mahasiswa naik pitam. "Jika hanya empat pilar saja kami terima itu, tetapi di sini adanya pembekalan politik yang diberikan meraka. Tidak ada satu namapun partai dan mencantumkan bendera-bendera partai dikampus kami, kampus kami bukan untuk dijual dengan partai apapun," Lanjut dia. Ditemui terpisah, menaggapi demo yang dilakukan mahasiswannya. Menurutnya, bahwa pihaknya tidak berpolitik dan memberikan kesempatan yang sama kepada kader-kader partai yang lainnya, yang juga berorasi dan memberika kuliah umum kepada mahasiswanya. "Kami tidak berpolitik, kami tidak mendukung siapapun dan kampus bersifat netral. Waktu lalu kami kehadiran tokoh politik, ada Irman Gisman, Wiranto, dan lainnya kok mereka tidak demo, dan mereka tidak ada satupun membawa bendera partai, disini mereka kurang memahaminya," Ujar ia. Dengan aksi demo yang dilalukan ini, diharapkan agar tidak ada lagi partai yang masuk didalam kampusnya. "Langkah kedepan, kami bersama-sama akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan kami ke rektor, agar kedepannya tidak ada lagi acara semacam ini yang masuk di kampus kami," Harapnya. (Septomo)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar